Sabtu, 05 Juli 2014

Penaku

tinta hitamku menggores dada penguasa

menikam jantung, merobek hati

menggetarkan kursi-kursi surga

mengganggu tidur para raja

rangkaian lidahku mengumbar setiap makna

mematahkan setiap argumen busuk

membakar kepalsuan para penindas

merajam setiap pengkhianat

tinta hitamku menjerit tanpa henti

mengawasi derap langkah peraih amanat

saat mereka meniti titian keadilan

saat mereka menyisir dinding neraka

saat mereka melupakan majikan mereka

yang mengangkat mereka ditengah kerumunan

penaku, lebih tajam dari peluru

mereka tahu itu




Syair Sang Penari

lukaku terbenam

membusuk di perapian

asap membubung kelangit hitam

menghapus cahaya pagi hari

wajahku menerawang meneliti

mulutku berirama memaksa burung langit

ragaku bergetar , menggoyang setiap sendi

berputar, berputar, dan berputar

memeluk angin yang berhembus

menembus batas gravitasi

mencekam dunia lewat tari






Rabu, 25 Juni 2014

Jangan Menyerah

pernah satu masa dalam hidupmu
kau bertekad untuk berjuang hingga akhir
semangat, tekad, apapun kau lakukan
untuk mengubah mimpimu jadi kenyataan

mimpi, telah kau teguhkan dalam hati
emosi, kau bakar dengan visi dan misi
pencaci, coba kau bungkam dengan aksi
semuanya, untuk kesuksesan yang kau cari

namun, waktu demi waktu telah berlalu
jalan yang kau tempuh masih belum nampakkan hasil
wujud mimpimu masih tertanam dalam ilusi
suara tekadmu mulai surut dan sunyi

lelah, kau mulai berpikir untuk kalah
letih, luka mentalmu semakin bertambah parah
hei kawan, sebelum berhenti mengejar mimpi
dengarkan senandungku, ditemani secangkir kopi

*jangan menyerah, atas mimpi-mimpimu
jangan menyerah, atas khayalan itu
jangan menyerah, yakin bisa
jangan menyerah, hingga tuhan menjawab ya
atas mimpimu
tetap bertahan

kutahu ku akui jalanmu memang berat
penuh tantangan dan godaan yang mengancam
namun, ku yakin kau mampu bertahan
hingga akhirnya kau tahu makna setiap butir keringat yang kau tumpahkan

never give up
camkan tekad ini dalam dirimu
never give up
jangan biarkan putus asa menghentikanmu
kau adalah pemenang bukan pecundang
kau adalah legenda yang tak ternilai harganya

kau jatuh, kau bangun
terhempas, kau balas
tersandung, kau bangkit
terbentur, kau dobrak

bakar semangatmu kawan, tanpa batas

hingga mimpimu akhirnya berbalas

Selasa, 24 Juni 2014

Pentingnya Passion

"Jalan satu-satunya untuk benar-benar puas adalah melakukan apa yang anda yakini sebagai karya besar. Dan, satu-satunya jalan untuk melakukan yang besar adalah dengan mencintai apa yang anda kerjakan."(Steve Jobs).

Banyak syarat yang dibutuhkan seseorang dalam dirinya untuk meraih kesuksesan. Dan passion menurut Richard st. John dalam bukunya 8 to be great merupakan hal pertama yang harus dimiliki. Sebab, dengan adanya passion, maka pekerjaan yang kita lakukan akan terasa mudah, karena kita mencintai apa yang kita lakukan. Jadi singkatnya, seseorang dikatakan memiliki passsion ketika dia melakukan suatu hal karena cinta, bahkan ketika dia tidak dibayar sekalipun.

Mereka yang berhasil sampai ke puncak , tidak peduli musisi atau koki yang handal atau pemimpin perusahaan, adalah mereka yang melakukan apapun yang mereka cintai, bahkan meski mereka tidak dibayar."(Quincy Jones, Composer legendaris).

Passion adalah keran pembuka untuk syarat-syarat kesuksesan yang lainnya seperti kerjakeras, fokus, ketekunan, sikap tidak pernah mau menyerah, dan lain sebagainya. Passion yang membuat seseorang bertahan dalam impiannya meski ketika keadaan tidak sesuai dengan yang diharapkannya. Passion jugalah yang membuat seorang Michael Jordan tidak menyerah untuk terus bermain basket meski dia dikeluarkan dari tim basket di kampusnya.

"Aku bermain basket karena aku mencintainya, kebetulah saja aku dibayar...".(Michael Jordan).

Tapi, meskipun passion sangat penting, tidak semua orang tahu apa passionnya. Bagi yang tidak tahu apa passionnya, teruslah mencari. Berikut langkah untuk menemukan passion yang kita miliki.

1. Buat checklist tentang hal kita sukai untuk dilakukan.
Apapun itu, asalkan anda menyukainya, tuliskan kedalam kertas tersebut. Jangan pikirkan tentang itu berguna atau tidak. Jika anda tidak keberatan untuk melakukan hal tersebut tanpa dibayar, bahkan kalau harus membayar sekalipun, maka tuliskanlah.

2. Buat skala prioritas.
Dari sekian banyak hal yang anda sukai tersebut. Urutkan dari yang paling anda sukai dan beri skala 1 - 10 masing-masingnya. 

3. Bergabunglah dengan komunitas yang berhubungan dengan yang anda sukai tersebut. 
Mulailah bergabung dengan komunitas untuk hal yang paling anda sukai. Kalau misalnya setelah bergabung dengan komunitas tersebut anda merasa disini bukanlah passion anda, pindahlah ke urutan yang no 2.

Contoh : urutan pertama dalam checklist adalah adalah anda senang menonton film. Untuk itu cobalah bergabung dengan komunitas movie maker. Kalau anda merasa cocok teruskanlah, tapi kalau tidak pindah ke urutan yang no 2. Dan begitu seterusnya.

4. Teruslah Mencari.
Kalau anda belum menemukan apa passion anda, pilihan satu-satunya terusah mencari. Banyak sekali orang sukses yang menemukan passion setelah mencoba banyak hal dalam hidupnya. Dan tidak jarang mereka menemukannya secara kebetulan.

"Aku tidak tahu kemana arah perjalananku ini, tetapi aku sedang menuju kesana."( Carl Sandburg, penyair dan pengarang).

"Aku dahulu tidak terlalu tahu apa yang kuinginkan dalam hidup ini. Aku pernah menjadi seorang penguji produk, petugas penjara, seorang montir. Aku tahu aku lebih menyukai yang ini."( Dan Aykroyd, aktor populer).

"Aku tersandung ke dalam dunia komputer personal, dan menemukan sesuatu yang aku sukai.".( Mitch Kapor, pendiri Lotus).

"Aku terjatuh ke dalam industri kesehatan karena ada yang tidak hadir, dan akhirnya aku diterima di fakultas farmasi, kemudian akhirnya aku kecanduan."( Aman Gupta ,CEO imprimis life).

Semoga membantu...

Daftar Pustaka : 8 To Be Great, Richard St. John

Senin, 19 Mei 2014

Pentingnya Impian Bagi Gue

dokpri

Impian adalah sebuah tujuan yang dengannya lo bakalan rela untuk terjaga hingga larut malam dan bangun lebih dulu dari matahari tanpa merasa berat sama sekali. Setidaknya begitulah defenisi impian menurut gue. Karena itulah yang gue rasakan saat ini, gue dengan bodohnya masih menulis disaat besok siangnnya gue ada ujian akhir semester. Ok, setelah nulis ini selesai gue bakalan belajar dikit :)*.

salah satu mamfaat memiliki impian mungkin masih banyak. Tapi, apa yang gue utarakan diatas merupakan bagian yang paling menyenangkan saat lo memiliki impian. Hidup terasa bergairah setiap harinya karena memiliki sebuah tujuan untuk dituju. Beda banget kalau lo nggak punya tujuan bro, rasa hampa pasti bakalan menghampiri lo cepat atau lambat.

Nggak gue pungkiri juga, kalau nggak setiap hati gue begini. Bersemangat berjuang untuk meraih impian gue menjadi penulis terbesar dan terkaya sepanjang masa di Indonesia. Pasti ada masanya gue menyerah dengan kebiasaan buruk yang gue telah bersarang dalam diri gue selama bertahun-tahun. Kebiasaan buruk itu adalah kebiasaan menunda dan malas.

Tapi, tahu nggak , impian guelah yang menarik diri gue keluar dari kebiasaan buruk tersebut. Pada saat mood gue sedang bawaannya pengen tidur mulu, impian guelah yang berkata “ eh bro katanya lo pengen jadi penulis terbesar, mana mungkin lo bisa kalau tidur-tiduran disaat seperti ini”. Atau saat gue baru aja mendapatkan anime yang bagus dari teman gue, “ impian gue yang mematikan laptop gue dan mengingatkan gue untuk belajar agar nantinya bisa menulis dan menerbitkan buku dalam bahasa Inggris dan Jepang.Bisa dibayangkan kan gimana enaknya punya impian.

tapi bro, mengejar impian itu nggak semudah yang lo bayangin. Lo bisa lihat betapa banyak orang yang punya impian tapi kemudian menyerah ditengah jalan”.

Gue akui dan tidak mengingkari apa yang lo bilang itu sob. Bahkan guepun sering berpikir untuk menyerah dalam mimpi gue. Kalau gue yang sering membikin semangat gue down saat melihat orang lain yang tulisannya lebih bagus dari gue. Saat itulah percaya diri gue langsung turun. Gue berpikir bisa nggak ya gue nulis yang kayak gini , dan kalimat-kalimat negatif lainnya yang muncul menyerbu semangat gue.

Sangat sulit, gue akui juga sob, melawan pikiran negatif yang muncul di benak kita. Nah, hal yang sering gue lakuin adalah langsung melawannya dengan pikiran positif yang membantah pikiran negatif tersebut. Setelah itu gue langsung memfokuskan pikira gue kepikiran-pikiran gue yang positif tersebut sambil mengambil tindakan.

Ada satu lagi hal yang cukup efektif menurut gue dalam melawan pikiran negatif tersebut. Yaitu berkata dalam hati “emang gue pikirin”atau “bodo amat” dan langsung menambil tindakan yang mengarah kearah impian kita dan berfokus kepada tindakan kita tersebut.

Emang sulit, tapi disitulah proses yang harus kita lalui dalam mengejar impian. Gue juga sering kok terjatuh ke dalam lubang yang gue sebutkan diatas menunda dan malas. Tapi, sekali lagi sob, impian gue menyadarkan gue kalau ada hal yang lebih berguna yang bisa gue lakuin selain tidur-tiduran dan menonton tv.

Udah dulu sob gue mau belajar setelah ini karena gue juga punya impian lain, yaitu tidak ingin menjadikan uang yang orangtua gue habiskan untuk pendidikan gue jauh-jauh sia-sia. Gue pengen memberikan hadiah yang berharga kepada mereka berdua nantinya, apa itu, nanti saja dilain kesempatan gue kasih tahu.

Dan nantikan kehadiran gue sebagai penulis terbesar dan terkaya sepanjang masa di Indonesia.


Pengakuan Seorang Generasi Nilai

beberapa waktu lalu dalam sebuah presentasi dikelas teman saya memaparkan hasil penelitiannya tentang kesulitan belajar anak SMU dalam mata pelajaran bahasa Jepang. Setelah melakukan wawancara, disimpulkan bahwa anak-anak SMU yang di wawancarainya itu sama sekali tidak tertarik dengan pelajaran bahasa Jepang. Yang menarik adalah ketika ditanya bagaimana caranya mereka tetap dapat nilai yang bagus mereka menjawab

tenang aja, udah ada bagiannya masing-masing kok” jawabnya dengan santai.

Kemudian teman saya tersebut menjelaskan kalau dikelas anak yang ditelitinya tersebut sudah ada joki yang membantunya. Joki disini merupakan teman yang ahli dalam mata pelajaran tertentu yang setiap kali ada ujian atau ulangan dia akan membagikan hasil jawabannya kepada setiap orang dikelasnya. Dengan cara inilah anak tersebut bisa mendapatkan nilai bahasa Jepang yang bagus dirapor tapi tidak dikepala.

Saya tertawa nyaris terbahak mendengar hasil penelitian yang dipaparkannya karena teringat masa sewaktu SMU dulu. Sayapun dan sebagian besar teman sayapun melakukan hal yang sama. Meskipun tidak sesistematis anak-anak yang diteliti oleh teman saya tersebut. Tapi, saya pastikan kalau sebagian besar nilai 8 koma yang ada dirapor SMU saya merupakan hasil dari mencontek.

Lalu mungkin ada teman-teman yang heran kok nggak malu sih mengakui kalau nilai rapor SMU saya, SMP juga sih sebenarnya, didapatkan dari hasil yang tidak jujur...?. Sebelum saya menjawabnya, ada baiknya teman-teman memikirkan kenapa saya bisa mencontek tanpa rasa bersalah sama sekali.
  1. Lingkungan yang mendukung.
    Bagaimana mungkin saya bakalan tahan godaan kalau sebagian besar teman saya melakukan kerjasama yang “menyenangkan ini” dalam setiap ujian. Saya yang golongan otaknya tidak terlalu ajaib bakalan berpikir buat apa saya rajin-rajin belajar kalau ada cara yang lebih mudah. Inilah yang disebut oleh guru biologi saya simbiosis mutualisme, hubungan saling membutuhkan. Semuanya demi satu hal , nilai.
  2. Banyaknya jam pelajaran.
    Indonesia, dalam sebuah artikel saya baca merupakan negara yang memiliki jam pelajaran disekolah tertinggi didunia. Yaitu 220 hari dalam setahun. Bisa dibayangkan betapa bosannya hidup kalau dihabiskan dengan belajar dan belajar.
    Bukanlah hal yang mengherankan kalau saya sering pulang saat hari sudah senja dan tertidur lelap sesudah isya karena kelelahan. Tentu saja tidak sempat ngerjain PR yang sedikit dari guru. Lalu , kapan ngerjainnya...?, jangan khawatir, teman-teman saya benar-benar mengaplikasikan sila ke 3 dalam kehidupannya kok. datang aja lebih awal dari biasanya, dan mereka sudah standby didalam kelas dengan PR dan jawabannya sekaligus. Lihat, berkorban datang lebih pagi dari biasanya sudah biasa bagi saya. Semua untuk satu hal, nilai.
  3. Tidak tahu kenapa belajar mata pelajaran itu.
    Saya sewaktu SMU sekolah dimadrasah yang mata pelajarannya nyaris 20 mata pelajaran. Nah, saking banyaknya tentu saja saya bakalan mikir penting tidaknya saya belajar mata pelajaran tersebut. Sehingga, untuk pelajaran yang saya tidak sukai dan tidak tahu kenapa saya belajar pelajaran tersebut, saya tidak pedulikan sama sekali. Walaupun bukunya ada, tapi buku tersebut cuma menjadi pajangan di dalam kamar saya. Tapi, tetap saja nilai saya diatas rata-rata meski saya tahu pelajaran tersebut cuma nama mata pelajarannya doang. Semua itu demi satu hal, biar mama dirumah nggak marah-marah.#ehm...
  4. Agar dapat ranking yang tinggi.
    Ini nih alasan yang paling sering membuat anak-anak yang tulus menuntut ilmu dan tidak mau “bekerjasama” menjadi mencak-mencak. Gimana nggak, mereka yang sudah mati-matian belajar dirumah dan disekolah. Nilai mereka didahului oleh orang-orang yang kerjanya kayak saya, main mulu tapi tetap dapat nilai bagus. Gimana lagi, nilai anda disekolah tidak terletak dikejujuran anda sob, tapi dari nilai diatas kertas. Sekali lagi, semua itu karena nilai.
  5. Kalau nilai nggak cukup nggak lulus sob ! #ColekUN.
    google aja di yahoo, pasti udah banyak yang nulis soal monster sekolah yang satu ini. Untuk menaklukan monster ini membutuhkan nilai yang tinggi. Karena itulah kerjasama yang menyenangkan itu terjadi lagi. Namun skalanya aja yang beda, bukan antar murid lagi, antar sekolah.
Sebenarnya masih banyak lagi sih hal yang menjadi alasan kenapa prilaku mencontek itu merajalela.tapi saya rasa penyebab utamanya adalah sistem pendidikan di Indonesia yang berorientasi nilai dan tidak terarah. Tidak terarah karena banyaknya mata pelajaran dan lamanya jam sekolah seperti yang saya sebut diatas.
Ok , karena tangan sudah pegal saya akan memberikan alasan kenapa saya ngasih tahu darimana nilai rapor saya tersebut.
  1. itu semua udah menjadi sejarah masa lalu.
  2. Saya menyadari kalau mencontek itu buruk karena saat kuliah inilah saya mendapatkan akibatnya. #mending berhenti sakarang deh bagi yang nggak mau rugi.
  3. Mencontek tersebut sudah menjadi hal umum di Indonesia sehingga saya yakin anda yang membaca tulisan ini sebagian besar akan berkata dalam hati “ saya juga seperti ini”. #ayo ngaku.
Yup sekian dulu untuk hari ini, salam....

Minggu, 20 April 2014

I will live my dreams


Mimpi adalah kunci

Untuk kita menaklukkan dunia

Berlarilah,tanpa lelah

Sampai engkau meraihnya

                             Nidji, Laskar pelangi

Mempunyai sesuatu yang ingin di capai merupakan syarat mutlak untuk menjadi orang yang besar. Setidaknya itulah yang aku rasakan saat membaca kisah-kisah manusia luar biasa yang tidak hanya mampu mengubah diri mereka menjadi lebih baik, tapi juga dunia. Dan aku ingin seperti mereka. Namun, aku tahu untuk mewujudkan cita-cita yang besar membutuhkan hati yang lebih kuat dari besi dan urat syaraf yang lebih keras dari baja.

Hal ini membuatku teringat dengan ucapan nabi muhammad ketika pamannya memberitahu tawaran orang-orang yang menentangnya. Mereka bersedia menjadikan nabi muhammad sebagai raja di mekkah, mengelilinginya dengan wanita-wanita cantik, harta, dan apapun itu asalkan beliau menghentikan penyebaran agama yang dianutnya. Namun, dengan tegas nabi muhammad menolaknya sambil berkata

“ paman, andaikan mereka memberikan matahari di tangan kananku dan bulan di tangan kiriku, aku tidak akan berhenti hingga Allah memenangkan agama ini, atau aku mati karenanya....!”.

Dengan tekad berani mati itulah nabi muhammad terus melanjutkan menyebarkan agama islam dikota makkah. Hasilnya, hanya dalam waktu kurang dari 100 agama islam telah membawa pengikutnya mendirikan sebuah imperium besar yang gemanya mencapai setiap pelosok dunia.

Cita-citaku mungkin tidak seperti cita-cita nabi muhammad yang harus membuatnya mempertaruhkan nyawa untuk mewujudkannya. Demikian juga, tantangan yang harus aku hadapi tidak juga seperti yang nabi muhammad alami. Namun, sebagai seseorang yang mengaku pengikutnya, aku pantas merasa malu. Karena, aku sadar, saat ini aku adalah seseorang bermimpi menjadi orang besar namun bertindak bagaikan pecundang.

Oleh karena itu aku putuskan kalau mulai malam ini aku akan mengubah sikapku. Dari sekarang,Tidak ada lagi yang namanya menunda-nunda untuk impian yang sudah aku canangkan semenjak beberapa tahun yang lalu.

Aku mempunyai impian untuk menjadi penulis terbesar sepanjang masa di Indonesia. Maka mulai dari sekarang akan bertindak seperti seorang penulis besar. Mulai hari ini aku memutuskan untuk menulis setidaknya, 6 jam sehari apapun yang terjadi.

Tapi, aku tahu, jalan menuju impian yang besar itu memang berat. Dan bakalan banyak yang menertawakan dan meremehkan. Tapi, yah, itulah resiko yang harus aku hadapi. Mereka yang menertawakan tersebut tertawa karena melihat diriku yang saat ini, tidak diriku 5 tahun yang akan datang. Aku tahu bagaimana aku 5 tahun yang akan datang tergantung bagaimana aku bertindak mulai hari ini. Karena itulah aku bertekad mulai hari ini untuk berjalan menuju impianku tersebut.

Untuk mencapai target yang besar, tentu tidak mungkin bisa tercapai dalam waktu singkat. Semua orang tahu itu. Butuh kerja keras dan determinasi yang luarbiasa untuk tetap bertahan saat keadaan tidak seperti yang diharapkan. Aku sudah beberapa kali berada dalam keadaan ini, dan aku menyerah. Tapi, tidak kali ini untuk selamanya. Aku tidak akan menyerah lagi, tidak akan.

Beberapa hari yang lalu sebenarnya aku telah berniat berubah, aku buktikan dengan membuatdaftar list apa saja yang ingin aku capai dalam waktu 5 tahun ini. Namun, saat itu aku hanya menulisnya dan tidak ada tindakan lebih lanjut. Aku malah asyik main game hingga tanpa terasa 3 hari berlalu. Hal yang patut untuk dijadikan pelajaran.

Baiklah sebelum aku tuliskan apa saja impian yang ingin aku raih dalam 5 tahun ke depan. Aku yakin, aku bisa mewujudkannya. Dan siapapun yang membaca ini, silahkan tertawa, menganggapnya tidak mungkin, mengataiku sebagai seorang pengkhayal, apapun itu silahkan. Tapi, aku yakin akulah yang tertawa paling akhir.
Sebelum tahun 2019 berakhir aku sudah
  1. Menulis 30 buku international best seller dan menerbitkan beberapa diantaranya.
  2. Menulis 1000 puisi.
  3. Menulis 500 cerpen.
  4. Menulis 500 artikel.
  5. Menulis 100 lagu.
  6. Bertemu dengan yagami kumi, kizaki yuria, dan mayuyu di jepang.
  7. Mempunyai ribuan pembaca blogku setiap harinya.
  8. Mempunyai 1 juta teman followers.
  9. Sudah mempunyai kebebasan finansial hanya dengan buku-buku yang aku tulis.
Aku tahu dilihat dari sisi manapun dengan kondisiku yang saat ini akan terlihat mustahil. Tapi, hei, semua orang juga tidak akan pernah menyangka kalau tukang reparasi sepeda mampu membuat pesawat terbang pertama di dunia. Atau bahkan orang tuli sekalipun bisa menjadi musisi legendaris dunia yang karyanya masih bersenandung hingga saat ini.

Kalau mereka bisa, tentu saja aku juga bisa. Aku akan buktikan kepada dunia kalau ada seorang pemuda dari indonesia yang pantas di masukkan kedalam sejarah sebagai salah seorang penulis terbesar yang pernah tuhan ciptakan.

Jadi pada akhirnya, sekali lagi aku tidak peduli orang-orang memberi komentar atau tidak. Mendukungku atau tidak. Ini semua tentang aku dan mimpi-mimpiku, Bukan tentang aku dengan orang lain. Pada akhirnya..., I just wanna enjoy the journey baby.... ! :})
bismillah.....