Tampilkan postingan dengan label nisekoi fanfiction. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label nisekoi fanfiction. Tampilkan semua postingan

Senin, 25 Agustus 2014

Pacar ... ?

Di depan kaca aku mematut-matut diriku sembari membolak-balikkan badan. Memasang wajah tersenyum, marah, cemberut, dan terakhir wajah tidak peduli. Sedikit mengatur pernafasan, aku menatap diriku di depan cermin dengan perasaan yang sedikit sulit di jelaskan. Seseorang yang sedang berdiri di depan cermin kamarku yang mewah ini sudah pasti aku, tapi kenapa wajah kecambah sialan itu selalu muncul. Meski berulangkali aku mencoba melepas bayang laki-laki yang di paksa untuk berpura-pura menjadi kekasihku itu, tetap saja aku tidak bisa melepaskannya. Atau mungkin lebih tepatnya, aku tidak ingin melepaskannya.

Sambil menghela nafas pelan-pelan, aku memperhatikan ke sekeliling. Mataku jeli menelisik ke setiap sudut ruang yang ada di sekitarku. Mencoba memastikan kalau tidak ada seorangpun di antara keluargaku yang bersembunyi memperhatikan, terutama Tsugumi dan Claude. Bagus...!, aku bersorak dalam hati, mereka seperti biasa menantiku di luar sebelum aku berangkat ke sekolah.

Yosh!, tidak ada yang memperhatikanku saat ini, pikirku sambil mengepalkan tangan. Kembali aku palingkan tubuhku menghadap cermin rias yang ada di depanku. Ku pandangi diriku sendiri dalam-dalam meskipun hati dan pikiranku melihat orang lain. Ya, orang lain yang membuat jantung berdegup keras dan pipiku terasa hangat saat ini.

“Raku...” aku menyebut nama laki-laki itu di iringi detakan jantung yang semakin tidak berirama. Berhenti sejenak untuk mengambil nafas, dengan tubuh gemetar dan gerakan nafas yang tidak normal aku menguatkan diriku

“Aku...., me...nyu...”

akh...!, mulutku seakan di sumbat kain yang sering aku lihat di film-film penculikan yang ada di tv. Tapi saat ini bukan aku yang di culik, tapi hatikulah yang di curi olehnya.

#entah kenapa aku merasa menjadi sangat galau.

Huh, setelah melakukan beberapa gerakan peregangan dan pernafasan, kembali aku menenangkan diri. Dengan menegaskan diri, aku menatap cermin yang memantulkan wajahku yang semakin memerah karena malu.

“Raku..., aku..., me..nyu..ka...”

“OJOU-SAMAAAA.....!” terdengar teriakan keras terdengar pintu kamarku yang di buka dengan gerakan yang seakan tak terlihat manusia.

“AKH..., TsugumiIIII.....!, KETOK PINTU DULU...!” teriakku lebih keras dari orang yang mendobrak pintu kamarku sambil melemparkan tas yang sedang ku sandang ke arahnya.
Terkejut, dengan wajah yang terlihat murung Tsugumi memberikan alasannya.

“maaf ojou-sama, saya pikir karena terlalu lama anda belum keluar, saya berpikir terjadi sesuatu, maka saya langsung secepat kilat berlari ke sini, tapi...” ucapan Tsugumi berhenti melihatku wajahku yang memerah.

“Kenapa wajah anda merah, apa anda sakit...” katanya sambil mendekat ke arahku dan menempelkan tangannya di kepalaku yang panasnya melebihi suhu normal tubuh manusia.

“Ah..., mou ii ...!” kataku menarik tangan Tsugumi setelah mengambil tasku yang tergeletak di lantai.

“Tapi ojou-sama. Tubuh anda panas, sepertinya anda sakit...” kata Tsugumi memperlihatkan raut wajah khawatirnya kepadaku, namun aku terus saja menyeretnya untuk berjalan pergi ke sekolah.

Huft..., latihan pernyataan cintaku gagal lagi, keluhku dalam hati. Apakah ini berarti sesuatu yang buruk, entahlah, aku tidak mau memikirkannya. Di tengah kecerewatan Tsugumi yang khawatir kalau aku sedang sakit, aku pergi ke sekolah dengan mobil yang di sopiri Claude, tetap dengan wajah kecambah sialan itu berada di pantulan kaca mobil yang aku pandangi.

“aku menyukaimu....” bisik hatiku pelan sambil menahan perih rasa sakit yang menusuk hatiku dengan lembut itu.

Minggu, 10 Agustus 2014

Nisekoi Fanfiction : Prolog

Dear diary,                                                                                                                                    xx/xx/xx
Sudah lebih dari satu waktu, rasa yang menyesakkan dada itu semakin menusuk hatiku yang lembut. Tidak ada kata-kata jujur yang keluar bahkan saat aku ingin rasa itu untuk di ungkapkan. Rasa takut tentang apa yang terjadi kalau dia tahu bunga yang sedang bersemi dihatiku, membuatku bertahan dengan rasa sakit yang aku rasakan saat melihatnya.

Aku seringkali berharap, seandainya dia ternyata memiliki perasaan yang sama denganku. Bukankah kami sudah berpura-pura menjadi sepasang merpati lebih dari setahun. Yah, aku tahu akulah yang seringkali melakukan hal yang tidak berperasaan terhadapnya. Tapi, Aku yakin, sedikit banyak, dia juga merasakan hal yang sama. Namun, ahh, rasanya tidak mungkin, kalau itu terjadi aku pasti tidak akan mampu berkata-kata dengan baik.

#memikirkannya saja mukaku terasa hangat.

Dy, sampai saat ini aku penasaran, apakah ada seseorang yang sedang di sukainya. Jujur, seperti yang kamu ketahui. Aku sama sekali buta kalau berhubungan dengan masalah cinta. Bahkan aku baru tahu kalau apa yang aku rasakan saat melihat dirinya adalah cinta saat di beritahu oleh kosaki. Kalau di pikir, untunglah aku tidak terlalu paham tentang cinta. Coba kalau misalnya aku paham dan mengetahui kalau ternyata dia mempunyai seseorang yang disukai dan itu bukan aku, pasti rasa akan lebih sakit dari menahan perasaan.

Oh ya, sampai saat ini siapa sebenarnya anak perempuan 10 tahun yang lalu yang membuat janji dengannya masih belum diketahui. Walaupun siapa sebenarnya sosok gadis tersebut sudah mengerucut menjadi 4 orang. Yaitu aku, onodera, tachibana, dan yui nee san yang tinggal serumah dengan Raku. Apalagi yui nee san yang dengan lantangnya mendeklarasikan kepadaku kalau dia menyukai Raku bukan sebagai adik, tapi sebagai seorang laki-laki semakin membuatku khawatir apa yang akan terjadi ke depannya.

Meskipun siapa pemilik kunci yang tepat masih belum di ketahui, aku takut kalau misalnya gadis itu adalah aku, apakah Raku akan jatuh cinta padaku begitu saja. Yah, walaupun aku berharap demikian, tetap saja, hatiku terasa sesak saat memikirkan kemungkinan terburuk.

Besok, semester baru telah di mulai. Aku berharap bakalan ada perubahan besar akan terjadi nantinya. Misalnya, aku memiliki keberanian untuk mengungkapkan perasaanku kepada Raku. Walaupun sebenarnya aku sedikit takut untuk berharap, semoga kalung Raku cepat diperbaiki dan semua misteri yang selama ini akan cepat terselesaikan.

Tapi Dy..., entah kenapa, aku merasakan sesuatu yang besar itu akan terjadi ke depannya. Yah, aku harap semoga saja ini merupakan pertanda yang baik untukku walaupun aku tidak terlalu berharap kisah cintaku akan berujung seperti yang aku harapkan. :)





Alasan Bikin Fanfiction Ini

Ada yang tahu nisekoi...?, bagi penggemar anime, mungkin sudah tidak asing lagi dengan yang anime yang satu ini. Anime yang di adaptasi dari manga yang berjudul sama ini mampu mencuri perhatian penggemar anime. Walau ceritanya bisa di katakan sederhana, bercerita tentang Raku Ichijou yang dipaksa berpacaran dengan Chitoge Kirisaki dalam rangka mencegah peperangan antar geng yang di pimpin oleh orangtua mereka. Sementara itu, Raku yang sedang menunggu anak perempuan yang 10 tahun lalu memegang kunci dari kalung yang di milikinya untuk mengetahui apa yang ada dalam kalung tersebut.

Saat Raku berharap onodera kosaki adalah perempuan yang memegang kunci kalungnya, ternyata dia mendapati kenyataan ada 4 orang perempuan yang di duga memiliki kunci yang bisa membuka kalungnya itu termasuk Chitoge. Sehingga jalan ceritanya bertambah menjadi lebih kompleks dan seru apalagi di tambah dengan bumbu-bumbu humor yang mampu memancing gelak tawa. Kelemahannya mungkin akhir plot cerita tidak terlalu mampu memberikan kejutan.

Di antara karakter yang ada dalam anime ini, aku sangat menyukai karakter tsundere, Chitoge Kirisaki. Alasan sukanya mungkin, ya itu tadi, tsundere :). Jadi, aku memutuskan untuk membuat sebuah novel yang tokoh utamanya adalah Chitoge Kirisaki dengan tambahan karakter baru. Anggap saja ini fanfiction plus-plus. Panjang novelnya aku buat kira-kira 100-200 halamanan yang akan aku publish secara berkala di blog ini. Nanti kalau sudah selesai bakalan aku jadiin ebook dan aku bagikan secara gratis.

Oh ya, sebagai tambahan aku juga suka karakter Haru Onodera, jadi nanti rencananya aku bakalan bikin cerita khusus untuknya dalam novel ini. :) 

Pembuatan novel ini rencananya aku buat dalam waktu 3 bulan, atau tamatnya oktober. Selain karena ini novel kedua yang aku bikin, bulan-bulan ini aku kayaknya bakalan sibuk.

Terakhir, aku membuat novel ini alasannya tidak lain tidak lebih karena ingin memberikan sesuatu kepada  my honey Chitoge Kirisaki, dan dalam rangka mengejar mimpiku menjadi penulis terbesar sepanjang masa. 

Bandung, 10 agustus 2014