Tampilkan postingan dengan label artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label artikel. Tampilkan semua postingan

Kamis, 30 Oktober 2014

Soal #savetukangsate

14146600091696301195
sidomi.com
Kemarin malam saat sedang galau-galaunya karena semen padang kalah “terhormat”. Aku melihat di twitter hastag #savetukangsate nagkring di posisi pertama trending topik dunia. Penasaran aku langsung mencari tahu ada apa gerangan. ternyata seorang tukang sate  harus masuk sel tahanan karena menghina presiden Jokowi pada masa kampanye dahulu. Setelah meneliti lagi, penghinaan tersebut sudah keterlaluan karena si terdakwa menggunakan gambar-gambar tidak senonoh dalam penghinaannnya tersebut.

Dalam pikiranku, hal yang wajar kalau penghinaan tersebut di laporkan ke polisi. karena itu bukan lagi masuk dalam kategori kritik yang berlandaskan kebebasan berbicara dan berpendapat. Apa yang di lakukan tersangka itu sudah keterlaluan. Apalagi yang di lecehkan olehnya adalah orang nomor satu di Indonesia. Secara tidak langsung dia telah melecehkan bangsa ini. Orang asing melecehkan simbol negara saja kita seharus sudah marah, apalagi yang menghina tersebut adalah anak bangsa sendiri.

Munculnya hastag #savetukangsate di peringkat pertama trending topik dunia pantas menjadi pertanyaan. apakah pantas seorang yang menhina simbol negara dengan menggunakan hal yang senonoh tersebut  di bela. Tidak masuk akal menurutku alasan mereka yang mengatakan ” Presiden Gusdur dan SBY aja sudah seringkali di hina seperti itu , sikapnya biasa aja”.

Hei…, hal yang salah kalau sudah menjadi kebiasaan tidak berarti harus menjadi sebuah hal yang benar. Kalau dia seorang presiden di negara demokrasi yang bebas berpendapat. Bukan berarti kita bebas menghina dengan tameng hukumkebebasan berpendapat tadi . Kebebasan tersebut haruslah kebebasan yang bertanggung jawab. Jangankan presiden, anda yang membaca artikel ini sekalipun pasti akan marah kalau harga diri anda di injak seperti itu.

Lagipula, dengan adanya penangkapan ini. seharusnya menjadi pebelajaran bagi siapapun kalau bebas tidak berarti seenaknya. ada etika dan hak-hak orang lain yang harus kita perhatikan sebelum kita mengeluarkan apa yang ada dalam kepala atau hati kita.

Minggu, 07 September 2014

Demokrasi Itu Mahal Bung !!!

anwarsaragih.wordpress.com

Entah kenapa saya merasa aneh dengan pernyataan koalisi merah putih yang mengatakan kalau pilkada langsung itu mahal dan banyak menghabiskan anggaran. Lebih aneh lagi, mereka dulunya sangat mendukung pemilihan kepala daerah di pilih langsung oleh rakyat. Hanya karena hail pemilu 2014 tidak berpihak kepada mereka, tindakan mereka langusng berbalik 180 derajat menolak pilkada langsung dan lebih memilih pemilihan kepala daerah di pilih oleh DPRD. Bagi saya terlihat tidak lebih dari usaha untuk merongrong pemerintahan pusat di daerah.

Alasan mereka kalau pilkada langsung itu membutuhkan biaya banyak membuat saya merasa, mereka lupa berapa harga yang harus rakyat Indonesia dulu agar bisa menikmati demokrasi yang seperti sekarang. Demokrasi yang di nikmati oleh rakyat Indonesia sekarang ini di bayar dengan harga sangat mahal, tidak hanya harta dan kebebasan, bahkan nyawa merekapun harus rela mereka berikan. Anda tidak lupa tragedi berdarah tahun 1998 bukan…?. Habis beberapa trilyun rupiah untuk pemilihan langsung tidak akan pernah sebanding dengan nyawa orang-orang yang memperjuangkannya.

Lalu, alasan mereka kalau pemilihan langsung itu rawan politik uang dan korupsi semakin membuat citra partai politik semakin buruk di mata saya. Sebab, kenapa mereka masih mau mencalonkan orang yang melakukan politik uang sebagai pemimpin masyarakat. Tentu sebelum memilih seorang kader partai politik yang mencalonkan harus tahu rekam jejak kader tersebut sebelum mereka mencalonkannya. Jadi, adanya politik uang dari pilkada tidak lepas dari kegagalan partai melakukan seleksi balon yang baik. Atau mereka sudah tahu siapa sebenarnya calon dari partai mereka tersebut, tapi mereka pura-pura tidak tahu…?. Who knows….?.

lagipula, semua orang sudah paham kalau korupsi bagi elit politik tidak lebih dari masalah mental. Uang saya yakin mereka ada banyak. Tapi, kalau mentalnya udah mental maling nan serakah, punya uang segudangpun, kalau ada kesempatan menambah walaupun tidak halal bakalan di makan juga.

namun, terlepas dari segudang alasan yang mereka berikan, pilada tidak langsung merupakan sebuah kemunduran. Kalau tidak ada pilkada langsung, mungkin kita tidak akan pernah tahu kalau masih ada pemimpin-pemimpin yang tulus bekerja untuk rakyatnya. Dan salah satu hasil dari demokrasi langsung itu bisa kita lihat dari terpilihnya Jokowi sebagai presiden.

Kenapa saya bilang kalau jokowi adalah hasil dari demokrasi langsung…?. itu karena saya yakin kalau pemimpin di pilih oleh wakil rakyat, maka mungkin hanya akan memilih selingkaran petinggi-petinggi partai dan tidak akan pernah memilih seorang wong ndeso.

Minggu, 31 Agustus 2014

Jokowi Tidak Tahan Lama

beritabulukumba.com

Jokowi sudah mendapatkan sebuah tantangan yang berat bahkan sebelum dia di lantik. Apalagi kebijakan presiden SBY yang terkesan mencari aman saja dengan tidak menaikkan harga BBM semakin membuat Jokowi harus memutar otaknya untuk menemukan solusi yang pas mengenai masalah BBM ini.

Jika ia naikkan maka sudah pasti dampaknya akan sangat besar bagi rakyat karena seperti yang sudah-sudah, kenaikan harga BBM selalu di ikuti dengan kenaikan harga barang-barang yang pasti akan sangat memberatkan bagi kalangan mayarakat kelas bawah.

Dulu pada saat pemerintahan SBY menaikkan harga BBM, pemerintahannya tidak terlalu berada dalam goncangan karena parlemen sebagian besar di kuasai oleh pemerintah dengan koalisi gemuk yang di milikinya. Tapi, berbeda dengan SBY, Jokowi bisa di bilang bakalan kalah telak di parlemen. Itu bisa terlihat fraksi-fraksi di parlemen yang sudah tidak lagi menempatkan dirinya untuk rakyat, tapi berdasarkan siapa yang kalah dan siapa yang menang dalam pemilu tahun ini.

Jokowi yang kekuatannya bisa di katakan di topang oleh rakyat, di pastikan bakalan banyak kehilangan dukungan dari rakyat kalau saja dia jadi menaikkan BBM. Kalaupun misalnya tidak di naikkan, solusi alternatif yang selama ini sering di sebut-sebut media seperti pengalihan energi alternatif, penanggulangan kebocoran anggaran, dan lain-lainnya, bukanlah sesuatu yang bisa dilaksanakan secara instan.

Sedangkan pada saat yang sama, anggaran negara yang seharusnya bisa di pindahkan kepada anggaran pembangunan akan terus tersedot untuk mensubsidi BBM. Bagaikan buah simalakama, di naikkan , rakyat kalangan bawah akan menderita. Sebaliknya kalau tidak di naikkan, anggaran pembangunan akan berkurang karena di sedot oleh BBM dan juga pada akhirnya pembangunan akan tersendak.

Hal yang paling buruk bagi Jokowi nantinya adalah jika dia jadi menaikkan BBM dan pasti akan terjadi kerusuhan dalam skala tertentu. Kerusuhan tersebut bakalan menjadi amunisi bagi parlemen untuk menjatuhkan Jokowi dari pemerintahannya kalau ada pihak-pihak tertentu yang menunggangi kerusuhan tersebut hingga menjadi sangat besar. Bisa saja hal yang terjadi kepada pemimpin “kaum papa” paraguay, fernando lugo yang di kudeta tahun 2012 melalui parlemen juga terjadi pada Jokowi nantinya.

Namun, semoga saja kebijakana apapun yang di ambil Jokowi tentang masalah BBM ini benar-benar di ambil berdasarkan kepentingan rakyat dan rakyatpun memahami itu. Semoga....!!!


Senin, 11 Agustus 2014

Saran Buat Mahasiswa Baru

kamuitubeda.wordpress.com
Aku sudah menjalani apa yang namanya kehidupan kampus selama 1 tahun. Artinya walaupun cuma satu tahun, sedikit banyaknya aku tahu kehidupan kampus yang katanya tempat orang-orang berintelektual tinggi itu gimana. Nah, walaupun tidak terlalu banyak aku akan memberikan saran kepada teman-teman mahasiswa dan mahasiswi apa yang sebaiknya di lakukan oleh teman-teman semua saat berada di lingkungan kampus nanti.

1. Cari teman sebanyak-banyaknya.
Ini merupakan hal yang  penting, terutama bagi mahasiswa perantauan. Karena dengan banyak teman, maka ancaman kelaparan di akhir bulan akan semakin berkurang. Tapi, yang paling penting adalah dengan banyaknya teman, pengalaman yang akan di miliki akan semakin beragam. Sehingga, ilmu yang kita dapatkan tidak hanya cuma berasal dari kelas doang, tapi juga dari pengalaman teman kita yang memiliki latar dan pengetahuan yang berbeda. Saya pernah ngobrol dengan seorang senior yang saya merasa mengobrol dengannya satu jam saja kayak udah mendapatkan pelajaran selama satu tahun berdasarkan pengalaman yang hidup yang dia ceritakan.

2. Aktif Berorganisasi.
Kalau yang ini tidak perlu di tanyakan lagi. Bagi yang sudah ikut organisasi di masa putih abu-abunya pasti tahu apa mamfaat dari organisasi ini. Mamfaat yang paling besar selain, mendapatkan teman baru, kita belajar bagaimana kita bekerja sebagai sebuah tim. Kita belajar untuk bekerjasama dengan orang yang mempunyai sifat dan latar belakang berbeda. Yang mana kemampuan ini bakalan sangat berguna nanti di dunia kerja. Selain itu, aktif berorganisasi juga merupakan poin tambah bagi yang pengen mendapatkan beasiswa.

3. Berani Mengeluarkan Pendapat.
Dalam pembelajaran ini yang paling penting. Karena kebanyakan dosen lebih senang menyuruh mahasiswanya untuk mempresentasikan apa yang akan di pelajari di bandingkan dosen itu sendiri yang melakukannya. Jadi, keaktifan dalam diskusi sangat menentukan nilai yang akan di berikan oleh dosen. Biasanya orang yang rajin bertanya, mengutarakan pendapatnya, bakalan mendapatkan nilai A meskipun mungkin nilai ujian tulisnya biasa-biasa aja.

4. Pintar mengatur waktu.
Bagi mahasiswa yang aktif, kemampuan mengatur waktu sangat di perlukan dalam rimba raya perkuliahan. Karena biasanya, kalau kita terlibat dalam kepengurusan inti sebuah organisasi, ada masanya kita harus absen di kelas. Padahal absen sangat berpengaruh sekitar 20% dari nilai yang akan di berikan dosen.

5. Perbarui Niat.
Ini yang paling penting, ketika awal-awal kuliah keinginan sebagian besar mahasiswa pasti menggebu-gebu untuk memberikan yang terbaik. Tapi, di tengah perjalanan rasa jenuh, capek dan sebagainya pasti akan muncul menggerus semangat tersebut. Untuk menghadapi hal ini, ingat kembali kenapa teman-teman kuliah. Apakah itu pengen dapat pekerjaan yang layak, ingin membahagiakana orang tua, pengen dapat ilmu yang nggak bisa di dapetin kalau nggak di bangku kuliah. Apapun alasan teman-teman, jadikan itu sebagai cambuk untuk tetap bertahan, sehingga label mahasiswa abadi tidak di lekatkan kepada teman-teman.
Tapi, kalau pada awalnya udah nggak tahu kenapa kuliah, atau niat kuliahnya cuma pengen sekedar kuliah aja. Maka, carilah alasan yang kuat agar uang yang orangtua habiskan tidak terbuang sia-sia.

Demikianlah sekelumit saran yang bisa aku berikan sebagai mahasiswa yang baru satu tahun menjalani kehidupan kuliah. Semoga bermamfaat bagi kita semua.

Susahnya Bangun Pagi

Pagi yang cerah ini aku merasa sedikit kurang nyaman gara-gara setelah shalat shubuh tidur lagi. Mau bagaimana lagi, soalnya tadi malam aku tidak bisa tidur karena banyak hal yang di pikirkan. Begitu banyak ide-ide yang berkeliaran di kepalaku saat aku seharusnya tidur dengan nyenyak. Namun, meskipun banyak, ide tersebut cuma singgah di otak sadarku selama beberapa saat untuk kemudianaku lupakan di pagi harinya. Ada sih keinginan untuk mencatat ide-ide tersebut, tapi kalau itu aku lakukan aku nggak bakalan bisa tidur sampai pagi menjelang.

Berbicara soal pagi hari, sebenarnya aku sudah tahu kalau tidur setelah shalat shubuh adalah hal yang di larang. Tapi sangat susah untuk tetap terjaga setelah shalat shubuh di saat tidur setelahnya telah menjadi kebiasaan. Sama dengan apa yang terjadi saat bulan puasa berakhir, aku dengan tanpa bantuan alarm sekalipun bisa bangun sebelum shubuh datang, tapi ya itu tadi, aku bakalan tidur lagi karena nggak ada yang aku lakuin saat aku bangun pagi tersebut.

Ok, cukup berbicara tentang tidur di pagi hari. Sekali aku putuskan kalau aku tidak akan tidur lagi setelah shubuh maka aku akan melakukannya. Dan aku berjanji kalau ini tidak hanya sekedar wacana saja.



Bandung, 11 agustus 2014

Senin, 19 Mei 2014

Pentingnya Impian Bagi Gue

dokpri

Impian adalah sebuah tujuan yang dengannya lo bakalan rela untuk terjaga hingga larut malam dan bangun lebih dulu dari matahari tanpa merasa berat sama sekali. Setidaknya begitulah defenisi impian menurut gue. Karena itulah yang gue rasakan saat ini, gue dengan bodohnya masih menulis disaat besok siangnnya gue ada ujian akhir semester. Ok, setelah nulis ini selesai gue bakalan belajar dikit :)*.

salah satu mamfaat memiliki impian mungkin masih banyak. Tapi, apa yang gue utarakan diatas merupakan bagian yang paling menyenangkan saat lo memiliki impian. Hidup terasa bergairah setiap harinya karena memiliki sebuah tujuan untuk dituju. Beda banget kalau lo nggak punya tujuan bro, rasa hampa pasti bakalan menghampiri lo cepat atau lambat.

Nggak gue pungkiri juga, kalau nggak setiap hati gue begini. Bersemangat berjuang untuk meraih impian gue menjadi penulis terbesar dan terkaya sepanjang masa di Indonesia. Pasti ada masanya gue menyerah dengan kebiasaan buruk yang gue telah bersarang dalam diri gue selama bertahun-tahun. Kebiasaan buruk itu adalah kebiasaan menunda dan malas.

Tapi, tahu nggak , impian guelah yang menarik diri gue keluar dari kebiasaan buruk tersebut. Pada saat mood gue sedang bawaannya pengen tidur mulu, impian guelah yang berkata “ eh bro katanya lo pengen jadi penulis terbesar, mana mungkin lo bisa kalau tidur-tiduran disaat seperti ini”. Atau saat gue baru aja mendapatkan anime yang bagus dari teman gue, “ impian gue yang mematikan laptop gue dan mengingatkan gue untuk belajar agar nantinya bisa menulis dan menerbitkan buku dalam bahasa Inggris dan Jepang.Bisa dibayangkan kan gimana enaknya punya impian.

tapi bro, mengejar impian itu nggak semudah yang lo bayangin. Lo bisa lihat betapa banyak orang yang punya impian tapi kemudian menyerah ditengah jalan”.

Gue akui dan tidak mengingkari apa yang lo bilang itu sob. Bahkan guepun sering berpikir untuk menyerah dalam mimpi gue. Kalau gue yang sering membikin semangat gue down saat melihat orang lain yang tulisannya lebih bagus dari gue. Saat itulah percaya diri gue langsung turun. Gue berpikir bisa nggak ya gue nulis yang kayak gini , dan kalimat-kalimat negatif lainnya yang muncul menyerbu semangat gue.

Sangat sulit, gue akui juga sob, melawan pikiran negatif yang muncul di benak kita. Nah, hal yang sering gue lakuin adalah langsung melawannya dengan pikiran positif yang membantah pikiran negatif tersebut. Setelah itu gue langsung memfokuskan pikira gue kepikiran-pikiran gue yang positif tersebut sambil mengambil tindakan.

Ada satu lagi hal yang cukup efektif menurut gue dalam melawan pikiran negatif tersebut. Yaitu berkata dalam hati “emang gue pikirin”atau “bodo amat” dan langsung menambil tindakan yang mengarah kearah impian kita dan berfokus kepada tindakan kita tersebut.

Emang sulit, tapi disitulah proses yang harus kita lalui dalam mengejar impian. Gue juga sering kok terjatuh ke dalam lubang yang gue sebutkan diatas menunda dan malas. Tapi, sekali lagi sob, impian gue menyadarkan gue kalau ada hal yang lebih berguna yang bisa gue lakuin selain tidur-tiduran dan menonton tv.

Udah dulu sob gue mau belajar setelah ini karena gue juga punya impian lain, yaitu tidak ingin menjadikan uang yang orangtua gue habiskan untuk pendidikan gue jauh-jauh sia-sia. Gue pengen memberikan hadiah yang berharga kepada mereka berdua nantinya, apa itu, nanti saja dilain kesempatan gue kasih tahu.

Dan nantikan kehadiran gue sebagai penulis terbesar dan terkaya sepanjang masa di Indonesia.


Pengakuan Seorang Generasi Nilai

beberapa waktu lalu dalam sebuah presentasi dikelas teman saya memaparkan hasil penelitiannya tentang kesulitan belajar anak SMU dalam mata pelajaran bahasa Jepang. Setelah melakukan wawancara, disimpulkan bahwa anak-anak SMU yang di wawancarainya itu sama sekali tidak tertarik dengan pelajaran bahasa Jepang. Yang menarik adalah ketika ditanya bagaimana caranya mereka tetap dapat nilai yang bagus mereka menjawab

tenang aja, udah ada bagiannya masing-masing kok” jawabnya dengan santai.

Kemudian teman saya tersebut menjelaskan kalau dikelas anak yang ditelitinya tersebut sudah ada joki yang membantunya. Joki disini merupakan teman yang ahli dalam mata pelajaran tertentu yang setiap kali ada ujian atau ulangan dia akan membagikan hasil jawabannya kepada setiap orang dikelasnya. Dengan cara inilah anak tersebut bisa mendapatkan nilai bahasa Jepang yang bagus dirapor tapi tidak dikepala.

Saya tertawa nyaris terbahak mendengar hasil penelitian yang dipaparkannya karena teringat masa sewaktu SMU dulu. Sayapun dan sebagian besar teman sayapun melakukan hal yang sama. Meskipun tidak sesistematis anak-anak yang diteliti oleh teman saya tersebut. Tapi, saya pastikan kalau sebagian besar nilai 8 koma yang ada dirapor SMU saya merupakan hasil dari mencontek.

Lalu mungkin ada teman-teman yang heran kok nggak malu sih mengakui kalau nilai rapor SMU saya, SMP juga sih sebenarnya, didapatkan dari hasil yang tidak jujur...?. Sebelum saya menjawabnya, ada baiknya teman-teman memikirkan kenapa saya bisa mencontek tanpa rasa bersalah sama sekali.
  1. Lingkungan yang mendukung.
    Bagaimana mungkin saya bakalan tahan godaan kalau sebagian besar teman saya melakukan kerjasama yang “menyenangkan ini” dalam setiap ujian. Saya yang golongan otaknya tidak terlalu ajaib bakalan berpikir buat apa saya rajin-rajin belajar kalau ada cara yang lebih mudah. Inilah yang disebut oleh guru biologi saya simbiosis mutualisme, hubungan saling membutuhkan. Semuanya demi satu hal , nilai.
  2. Banyaknya jam pelajaran.
    Indonesia, dalam sebuah artikel saya baca merupakan negara yang memiliki jam pelajaran disekolah tertinggi didunia. Yaitu 220 hari dalam setahun. Bisa dibayangkan betapa bosannya hidup kalau dihabiskan dengan belajar dan belajar.
    Bukanlah hal yang mengherankan kalau saya sering pulang saat hari sudah senja dan tertidur lelap sesudah isya karena kelelahan. Tentu saja tidak sempat ngerjain PR yang sedikit dari guru. Lalu , kapan ngerjainnya...?, jangan khawatir, teman-teman saya benar-benar mengaplikasikan sila ke 3 dalam kehidupannya kok. datang aja lebih awal dari biasanya, dan mereka sudah standby didalam kelas dengan PR dan jawabannya sekaligus. Lihat, berkorban datang lebih pagi dari biasanya sudah biasa bagi saya. Semua untuk satu hal, nilai.
  3. Tidak tahu kenapa belajar mata pelajaran itu.
    Saya sewaktu SMU sekolah dimadrasah yang mata pelajarannya nyaris 20 mata pelajaran. Nah, saking banyaknya tentu saja saya bakalan mikir penting tidaknya saya belajar mata pelajaran tersebut. Sehingga, untuk pelajaran yang saya tidak sukai dan tidak tahu kenapa saya belajar pelajaran tersebut, saya tidak pedulikan sama sekali. Walaupun bukunya ada, tapi buku tersebut cuma menjadi pajangan di dalam kamar saya. Tapi, tetap saja nilai saya diatas rata-rata meski saya tahu pelajaran tersebut cuma nama mata pelajarannya doang. Semua itu demi satu hal, biar mama dirumah nggak marah-marah.#ehm...
  4. Agar dapat ranking yang tinggi.
    Ini nih alasan yang paling sering membuat anak-anak yang tulus menuntut ilmu dan tidak mau “bekerjasama” menjadi mencak-mencak. Gimana nggak, mereka yang sudah mati-matian belajar dirumah dan disekolah. Nilai mereka didahului oleh orang-orang yang kerjanya kayak saya, main mulu tapi tetap dapat nilai bagus. Gimana lagi, nilai anda disekolah tidak terletak dikejujuran anda sob, tapi dari nilai diatas kertas. Sekali lagi, semua itu karena nilai.
  5. Kalau nilai nggak cukup nggak lulus sob ! #ColekUN.
    google aja di yahoo, pasti udah banyak yang nulis soal monster sekolah yang satu ini. Untuk menaklukan monster ini membutuhkan nilai yang tinggi. Karena itulah kerjasama yang menyenangkan itu terjadi lagi. Namun skalanya aja yang beda, bukan antar murid lagi, antar sekolah.
Sebenarnya masih banyak lagi sih hal yang menjadi alasan kenapa prilaku mencontek itu merajalela.tapi saya rasa penyebab utamanya adalah sistem pendidikan di Indonesia yang berorientasi nilai dan tidak terarah. Tidak terarah karena banyaknya mata pelajaran dan lamanya jam sekolah seperti yang saya sebut diatas.
Ok , karena tangan sudah pegal saya akan memberikan alasan kenapa saya ngasih tahu darimana nilai rapor saya tersebut.
  1. itu semua udah menjadi sejarah masa lalu.
  2. Saya menyadari kalau mencontek itu buruk karena saat kuliah inilah saya mendapatkan akibatnya. #mending berhenti sakarang deh bagi yang nggak mau rugi.
  3. Mencontek tersebut sudah menjadi hal umum di Indonesia sehingga saya yakin anda yang membaca tulisan ini sebagian besar akan berkata dalam hati “ saya juga seperti ini”. #ayo ngaku.
Yup sekian dulu untuk hari ini, salam....

Minggu, 20 April 2014

I will live my dreams


Mimpi adalah kunci

Untuk kita menaklukkan dunia

Berlarilah,tanpa lelah

Sampai engkau meraihnya

                             Nidji, Laskar pelangi

Mempunyai sesuatu yang ingin di capai merupakan syarat mutlak untuk menjadi orang yang besar. Setidaknya itulah yang aku rasakan saat membaca kisah-kisah manusia luar biasa yang tidak hanya mampu mengubah diri mereka menjadi lebih baik, tapi juga dunia. Dan aku ingin seperti mereka. Namun, aku tahu untuk mewujudkan cita-cita yang besar membutuhkan hati yang lebih kuat dari besi dan urat syaraf yang lebih keras dari baja.

Hal ini membuatku teringat dengan ucapan nabi muhammad ketika pamannya memberitahu tawaran orang-orang yang menentangnya. Mereka bersedia menjadikan nabi muhammad sebagai raja di mekkah, mengelilinginya dengan wanita-wanita cantik, harta, dan apapun itu asalkan beliau menghentikan penyebaran agama yang dianutnya. Namun, dengan tegas nabi muhammad menolaknya sambil berkata

“ paman, andaikan mereka memberikan matahari di tangan kananku dan bulan di tangan kiriku, aku tidak akan berhenti hingga Allah memenangkan agama ini, atau aku mati karenanya....!”.

Dengan tekad berani mati itulah nabi muhammad terus melanjutkan menyebarkan agama islam dikota makkah. Hasilnya, hanya dalam waktu kurang dari 100 agama islam telah membawa pengikutnya mendirikan sebuah imperium besar yang gemanya mencapai setiap pelosok dunia.

Cita-citaku mungkin tidak seperti cita-cita nabi muhammad yang harus membuatnya mempertaruhkan nyawa untuk mewujudkannya. Demikian juga, tantangan yang harus aku hadapi tidak juga seperti yang nabi muhammad alami. Namun, sebagai seseorang yang mengaku pengikutnya, aku pantas merasa malu. Karena, aku sadar, saat ini aku adalah seseorang bermimpi menjadi orang besar namun bertindak bagaikan pecundang.

Oleh karena itu aku putuskan kalau mulai malam ini aku akan mengubah sikapku. Dari sekarang,Tidak ada lagi yang namanya menunda-nunda untuk impian yang sudah aku canangkan semenjak beberapa tahun yang lalu.

Aku mempunyai impian untuk menjadi penulis terbesar sepanjang masa di Indonesia. Maka mulai dari sekarang akan bertindak seperti seorang penulis besar. Mulai hari ini aku memutuskan untuk menulis setidaknya, 6 jam sehari apapun yang terjadi.

Tapi, aku tahu, jalan menuju impian yang besar itu memang berat. Dan bakalan banyak yang menertawakan dan meremehkan. Tapi, yah, itulah resiko yang harus aku hadapi. Mereka yang menertawakan tersebut tertawa karena melihat diriku yang saat ini, tidak diriku 5 tahun yang akan datang. Aku tahu bagaimana aku 5 tahun yang akan datang tergantung bagaimana aku bertindak mulai hari ini. Karena itulah aku bertekad mulai hari ini untuk berjalan menuju impianku tersebut.

Untuk mencapai target yang besar, tentu tidak mungkin bisa tercapai dalam waktu singkat. Semua orang tahu itu. Butuh kerja keras dan determinasi yang luarbiasa untuk tetap bertahan saat keadaan tidak seperti yang diharapkan. Aku sudah beberapa kali berada dalam keadaan ini, dan aku menyerah. Tapi, tidak kali ini untuk selamanya. Aku tidak akan menyerah lagi, tidak akan.

Beberapa hari yang lalu sebenarnya aku telah berniat berubah, aku buktikan dengan membuatdaftar list apa saja yang ingin aku capai dalam waktu 5 tahun ini. Namun, saat itu aku hanya menulisnya dan tidak ada tindakan lebih lanjut. Aku malah asyik main game hingga tanpa terasa 3 hari berlalu. Hal yang patut untuk dijadikan pelajaran.

Baiklah sebelum aku tuliskan apa saja impian yang ingin aku raih dalam 5 tahun ke depan. Aku yakin, aku bisa mewujudkannya. Dan siapapun yang membaca ini, silahkan tertawa, menganggapnya tidak mungkin, mengataiku sebagai seorang pengkhayal, apapun itu silahkan. Tapi, aku yakin akulah yang tertawa paling akhir.
Sebelum tahun 2019 berakhir aku sudah
  1. Menulis 30 buku international best seller dan menerbitkan beberapa diantaranya.
  2. Menulis 1000 puisi.
  3. Menulis 500 cerpen.
  4. Menulis 500 artikel.
  5. Menulis 100 lagu.
  6. Bertemu dengan yagami kumi, kizaki yuria, dan mayuyu di jepang.
  7. Mempunyai ribuan pembaca blogku setiap harinya.
  8. Mempunyai 1 juta teman followers.
  9. Sudah mempunyai kebebasan finansial hanya dengan buku-buku yang aku tulis.
Aku tahu dilihat dari sisi manapun dengan kondisiku yang saat ini akan terlihat mustahil. Tapi, hei, semua orang juga tidak akan pernah menyangka kalau tukang reparasi sepeda mampu membuat pesawat terbang pertama di dunia. Atau bahkan orang tuli sekalipun bisa menjadi musisi legendaris dunia yang karyanya masih bersenandung hingga saat ini.

Kalau mereka bisa, tentu saja aku juga bisa. Aku akan buktikan kepada dunia kalau ada seorang pemuda dari indonesia yang pantas di masukkan kedalam sejarah sebagai salah seorang penulis terbesar yang pernah tuhan ciptakan.

Jadi pada akhirnya, sekali lagi aku tidak peduli orang-orang memberi komentar atau tidak. Mendukungku atau tidak. Ini semua tentang aku dan mimpi-mimpiku, Bukan tentang aku dengan orang lain. Pada akhirnya..., I just wanna enjoy the journey baby.... ! :})
bismillah.....