Kamis, 27 Februari 2014

Terima Kasih Bu...


Disudut kamar yang sunyi,diatas ranjang yang dingin aku sama sekali tidak bisa memejamkan mata.Tidak ada suara yang terdengar kecuali bunyi jangkrik dikebun belakang rumah.Hah...,aku benar-benar khawatir apa yang akan terjadi kepada kalau ibu tiada.Apakah ada yang berbaik hati menemani tubuhku yang sudah mati ini.Bagaimana aku tidak khawatir dengan masa depan kalau untuk menghirup udara luar saja ibu harus membopongku dipunggungnya.

Ah ibu...,aku teringat kejadian tadi siang saat beliau sedang keluar rumah untuk menjual hasil kebun belakang rumah yang tidak seberapa.Sesaat setelah ibu pergi,aku merasa ada yang mendesak ingin keluar dari dalam perutku.Aku bermaksud untuk beranjak dari tempat tidur,namun karena keadaan sudah tidak memungkinkan dan aku sudah tidak tahan lagi.Maka keluarlah cairan berwarna kuning encer dari perutku.aku ternyata menderita diare.

Pada awalnya cairan tersebut tidak tercium baunya.Namun seiring bertambahnya volume,cairan tersebut mulai menggangguku.Tidak lama kemudian,cairan tersebut mulai tercium keluar.Pada saat itulah petaka dimulai.Gunjingan tetangga yang terdengar samar,terdengar begitu nyaring ditelingaku.Menusuk hatiku dengan begitu keras,membuat tetesan air dari mataku mengalir dengan deras.

Ya...!,aku memang hanya menyusahkanseperti yang mereka katakan.Ya...!,aku memang pantas dibuang saja seperti yang mereka katakan.Ya...!,aku meman seharusnya mati saja seperti yang mereka katakan.Namun,seharusnya mereka tahu.Seandainya aku bisa,sudah dari dulu hal itu aku lakukan.

Saat segalam macam perasaan berkecamuk dihatiku.Ibu datang dengan sebuah kantong kresek ditangannya.Ibu tergopoh-gopoh datang kearahku.Kemudian,tanpa memperdulikan tubuhnya yang renta dia membopongku tubuhku ke kamar mandi yang terletak diluar rumah.Di iringi berbagai macam arti dari sorot mata orang-orang yang menonton kami,ibu membopongku kesana.


Dikamar mandi,ibu memandikanku dan membersihkan celanaku yang kotor.Perlahan dia mengusap air yang mengalir dimataku.Ibu menarik kedua ujung bibirku,kemudian dia memukul-mukulkan telapak tangannya ke dadaku.Setelah itu sambil tersenyum dia mengepalkan tangannya.

Ah ibu...,aku tahu maksudmu.Engkau ingin aku tegar dan menghadapi semua ini dengan senyuman.Baiklah ibu...,aku akan coba.Namun,apa yang terjadi....?.senyuman memang keluar dari bibirku,berbarengan dengan tetesan air mata yang ikut keluar bersamanya.Ibu memeluk tubuhku erat.

***

Tanpa sadar,air mataku pun kembali menetes mengingat kejadian tadi siang tersebut.Yah...,semenjak sakit kuakui aku sering menangis.Akibat terlalu sering menangis tersebut matakupun berangsur-angsur kehilangan cahayanya.

Sesosok tubuh bangun dari bawah samping ranjangku.Seakan tahu aku sedang bersedih,sosok tersebut menghapus air mataku.Kemudian sosok tersebut menarik kedua ujung bibirku,dan memukul-mukul dadaku dengan telapak tangannya yang kasar.Sambil tersenyum dia mengepalkan tangannya,mengulangi apa yang biasa dia lakukan saat dia melihat aku menangis.Dalam pelukannya perasaan khawatir kembali menyapaku.

Ibu...,kau selalu menyuruhku untuk kuatnamu tahukah engkau bu...?,hanya saat bersama engkaulah aku merasa kuat.Jadi,kalau engkau pergi lebih dulu dariku bu,hanya kepada tuhan aku pasrahkan hidupku sebagaimana yang telah engkau ajarkan kepadaku.Tapi bu,kalau engkau benar-benar pergi mendahuluiku.Satu hal yang paling aku ingin lakukan adalah membalas semua yang kau berikan padaku sebelum aku pergi.Namun,rasanya menyakitkan sekali bu,saat aku menyadari diriku tidak bisa membalas kebaikanmu kepadaku meskipun sekedar ucapan terimasih”.

***

Dengan bekas air mata yang belum kering,aku terlelap dalam pelukan sosok yang paling tegar yang pernah aku temui....

IBU”


Minggu, 09 Februari 2014

You and Me , Now and Forever

in this beautiful night
we're standing silently, wacthing the stars
you are beatiful, as always
that's why i love you 

you hold my hand tightly, and whisper
just promise me tonight 

*you and me
now and forever, we'll be together against the world
you and me
now and forever, we'll be together till the end of time
you and me 
now and forever we never-never-never say goodbye
you and me
will hold on
in this love story

i smile
when i'm loking into your eyes
your eyes are staring at my eyes
asking for the same thing
i kiss you cheek smoothly, and whisper 
i promise you tongiht

back to *

Pergilah, Menuju Muara

aku tahu, itu jalan yang kau pilih
tak mungkin ku cegah
dengan punggung tegak seorang petualang
enggan menoleh, bahkan berhenti sejenakpun tidak
keteguhan yang kukagumi

jejak langkahmu terdengar jelas dikesunyian
tegap dan keras tak tergoyahkan, terdengar dihatiku
tekadmu, keyakinanmu, terlihat bagaikan sayap dipunggungmu
menerbangkanmu menuju muara yang kau inginkan

berjuanglah teman...
aku tak tahu, tapi bisa kuduga
jalanmu takkan semulus jalan tol
namun tak juga semacet jakarta
yang jelas, tebing di depanmu yang kulihat dikejauhan
penuh batu runcing di tubuhnya

jangan menyerah kawan ... !
sayap-sayapmu terlihat mengembang dengan indah dari sini
dakilah tebing itu dengan gembira
tapi jangan kecewa kawan ... 
dipuncaknya kulihat ada tebing kedua

berjuanglah teman ... ! 
hingga muara mu kau temukan ... 

akupun juga sama disini ... 
karang didepanku terlihat menggangu
yah, sampai jumpa dilain waktu


Minggu, 12 Januari 2014

Jangan Menyerah

mimpi itu masih tak terlihat
pandanganmu
jejak langkahmu 
semakin lelah
kau ingin menyerah

garis itu masih tak terlihat
bajumu sudah basah dengan keringat, airmata
kau mengeluh 
putus asa
ingin akhiri segalanya
sampai disini

jangan menyerah atas mimpi-mimpimu
jangan menyerah atas khayalan itu
jangan menyerah yakinkan bisa
jangan menyerah
hingga tuhan menjawab ya
atas mimpimu
tetap bertahan

Kamis, 02 Januari 2014

Sahabat

Disudut jendelaku menantikan

lambaian hangat yang tak kunjung datang

angin senja menyapu rambutku

ingatkanku akan kisah lama itu

andaikan waktu dapat kuputar

masa itukan ku ulang lagi

selamanya, takkan kulupakan

canda tawa yang telah kau beri 

sahabat ....

masa ini memang sudah usai

jejak kita bercabang dipersimpangan mimpi

kawan kutak tahu apa yang kau rasakan

tapi kuyakin, kisah kitakan abadi

selamanya tali inikan kita jaga

takkan kubiarkan waktu menghapusnya

sahabat


Awal Kisah Sang Legenda

mimpi itu terasa dekat

melayang pelan saat ku tutup mata

terekam indah dalam tidur

hilang tanpa jejak saat cahaya datang

aku masih disini ...!

dihadapan setumpukan buku

di kurungan kecil 3x4ku yang indah

bersandar dimading coretan mimpi

hah ... 
1,2,3, ... , sekian banyak impian itu tertulis

baru satu telunjuk kudapati 

sisanya, masih tanpa cela

sisanya, masih belum terjamah

menunggu, untuk ku nodai

Yakk ... !

aku masih disini ...

mengukir jejak kisah yang tuhan goreskan

kuyakin, akan luarbiasa

tersadar aku menoleh ke belakang

garis start masih terlihat jelas

ck .. ck ... ck ... 

sampai jumpa di garis finish ... 

Satu Waktu dalam Bus

hujan menetes membentuk jemari

menemani waktuku dalam diam

kilat menyambar seakan menyapa

rumput ilalang tegak membentuk barisan

mobil-mobil berpacu silih berganti

besar kecil siapa peduli

yang penting sampai tepat waktu

aspal basah terlihat lelah

menahan beban tak tahu diri

hujan masih turun walau rintik

aku masih disini, dalam gerak

bosan ...